Astambul (6/11) – Kegiatan Jumat Literasi di MTsN 8 Banjar kali ini berlangsung dengan suasana penuh ekspresi dan apresiasi melalui pembacaan puisi karya murid. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat pagi tersebut menjadi tindak lanjut dari gerakan menulis puisi bertajuk “Satu Puisi Sejuta Makna” yang sebelumnya diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda.
Melalui gerakan tersebut, murid diberikan kesempatan untuk menuangkan gagasan, perasaan, pengalaman, serta pandangan mereka ke dalam bentuk karya puisi. Karya-karya yang telah dikumpulkan melalui Google Form oleh Tim Literasi MTsN 8 Banjar kemudian mendapat ruang untuk diapresiasi secara langsung dalam kegiatan Jumat Literasi.
Pada kesempatan ini, beberapa perwakilan murid tampil membacakan puisi hasil karya mereka di hadapan warga madrasah. Menariknya, kesempatan membaca puisi tidak hanya diberikan kepada murid yang karyanya terpilih sebagai karya terbaik. Siapa pun yang ingin tampil dan membacakan puisinya dipersilakan untuk mengambil bagian.
Hal ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap keberanian dan kreativitas murid. Setiap karya memiliki cerita dan makna tersendiri sehingga tidak semata-mata dinilai dari siapa yang terbaik, tetapi juga dihargai sebagai bentuk ekspresi dan proses berkarya.
Ketua Tim Literasi MTsN 8 Banjar, Sri Maulinda Yanti, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memberikan ruang bagi murid untuk mengekspresikan diri melalui tulisan sekaligus membangun keberanian untuk menunjukkan hasil karya mereka.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya berani menulis, tetapi juga berani membacakan dan membagikan karya mereka. Setiap puisi memiliki makna tersendiri, dan semua karya layak mendapatkan apresiasi,” ungkapnya.
Suasana semakin bermakna ketika Sri Maulinda Yanti turut mengambil bagian dengan membacakan puisi hasil karyanya sendiri. Kehadiran beliau menjadi contoh bahwa semangat literasi bukan hanya untuk murid, melainkan juga tumbuh bersama seluruh warga madrasah.
Gerakan Satu Puisi Sejuta Makna ini juga tidak berhenti pada pengumpulan dan pembacaan karya. Puisi-puisi yang telah dihimpun melalui Google Form direncanakan akan dikembangkan menjadi sebuah buku antologi puisi. Dengan demikian, karya murid memiliki kesempatan untuk terdokumentasi dan menjadi bagian dari jejak kreativitas literasi madrasah.
Melalui kegiatan Jumat Literasi, MTsN 8 Banjar terus berupaya membangun budaya membaca, menulis, dan mengapresiasi karya. Sebab, setiap murid memiliki cerita untuk disampaikan, gagasan untuk dituangkan, dan kesempatan untuk didengar melalui karya-karyanya.
Dari satu puisi, lahir banyak makna. Dari keberanian membaca, tumbuh kepercayaan diri. Dan dari sebuah gerakan literasi, semoga lahir generasi yang gemar berkarya dan berani menyuarakan pikiran.






