Astambul – Greenhouse MTsN 8 Banjar mulai ditata kembali melalui kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026). Pembenahan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan kembali fungsi greenhouse, bukan hanya sebagai ruang penghijauan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi murid.
Greenhouse yang keberadaannya berawal dari program Adiwiyata tersebut sebelumnya belum terkelola secara optimal sehingga pemanfaatannya belum berjalan secara berkelanjutan. Melalui pembenahan kali ini, madrasah berupaya menghidupkan kembali fungsi dan potensi ruang hijau tersebut agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Ibu Rohana, yang sebelumnya juga terlibat dalam pengelolaan program lingkungan pada masa Adiwiyata. Kali ini, pembenahan melibatkan murid yang turut bergotong royong memindahkan dan menata kembali greenhouse ke lokasi yang lebih mudah dijangkau. Penempatan baru ini diharapkan memudahkan proses perawatan tanaman sekaligus membuka kesempatan bagi murid untuk terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan.
Menurut Ibu Rohana, penataan kembali ini bukan semata-mata untuk memperindah lingkungan madrasah, melainkan agar greenhouse dapat kembali menjalankan fungsi yang lebih bermanfaat.
“Harapannya, greenhouse ini nantinya tidak hanya menjadi tempat meletakkan tanaman, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pembibitan, budidaya tanaman, dan menjadi sarana belajar bagi murid. Jadi, mereka bisa belajar secara langsung bagaimana menyemai, menanam, merawat, hingga melihat proses pertumbuhan tanaman,” ungkapnya.
Ke depan, greenhouse tersebut direncanakan menjadi tempat pembibitan dan budidaya tanaman, sekaligus ruang belajar bagi murid untuk mengenal lebih dekat dunia tanaman. Melalui kegiatan sederhana seperti menyemai benih, menanam, menyiram, hingga merawat tanaman, murid dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung dan kontekstual.
Lebih dari sekadar menghadirkan lingkungan yang hijau, keberadaan greenhouse diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesabaran, serta kepedulian murid terhadap alam. Mereka tidak hanya belajar mengenali tanaman melalui teori, tetapi juga memahami proses tumbuh dan pentingnya merawat kehidupan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen MTsN 8 Banjar dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Sejalan dengan semangat Kemenag Asri dan Green Office Kalimantan Selatan (GOKAS), madrasah ingin menghadirkan lingkungan yang tidak hanya nyaman dan asri, tetapi juga memberi ruang bagi tumbuhnya pengalaman dan pengetahuan bagi murid.
Dengan penataan kembali ini, greenhouse diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas penghijauan, melainkan berkembang menjadi ruang belajar yang hidup dan terus memberikan manfaat bagi warga madrasah.






