Astambul – Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIM MTsN 8 Banjar pada Jumat, 9 Oktober 2026, menghadirkan dua materi sekaligus yang memadukan keterampilan digital dan penguatan kerja sama tim. Materi keempat dan kelima tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Wakamad Humas), Rizka Karmila, S.E.
Dua materi yang dibawakan ialah pemanfaatan Canva dan dinamika kelompok. Keduanya dirancang agar para pengurus OSIM tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik dan permainan yang melatih kekompakan.
Pada materi keempat, yaitu *Pemanfaatan Canva*, Rizka Karmila, S.E. terlebih dahulu memperkenalkan Canva sebagai salah satu platform desain digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan organisasi. Para murid dikenalkan pada penggunaan Canva untuk membuat berbagai kebutuhan publikasi, seperti poster kegiatan, pengumuman, dan konten media sosial OSIM.
Sebelum memasuki praktik, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai prinsip dasar desain, mulai dari pemilihan warna, penggunaan jenis dan ukuran huruf, penataan elemen, hingga pentingnya menjaga keterbacaan informasi. Selain aspek visual, peserta juga diperkenalkan pada etika desain, seperti menghargai karya orang lain, memperhatikan hak penggunaan gambar dan elemen desain, serta mencantumkan sumber apabila diperlukan.
Setelah memahami dasar-dasar tersebut, para peserta melanjutkan kegiatan dengan praktik langsung menggunakan Canva. Melalui sesi ini, murid memperoleh kesempatan untuk mencoba menuangkan ide kreatif menjadi desain yang informatif dan menarik.
Pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengurus OSIM dalam mendukung publikasi program kerja dan kegiatan organisasi. Dengan keterampilan desain digital, para murid diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lebih tertata, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan publikasi madrasah.
Memasuki materi kelima, yaitu *Dinamika Kelompok*, suasana kegiatan beralih pada pembelajaran yang lebih interaktif. Dalam sesi ini, Rizka Karmila tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berbagi pengalaman pribadinya saat pernah menjabat sebagai ketua OSIS ketika SMP dan SMA.
Melalui cerita pengalaman tersebut, peserta diajak melihat bahwa kepemimpinan dan organisasi bukan hanya tentang menyusun program atau membagi tugas, tetapi juga tentang menghadapi berbagai karakter anggota, membangun komunikasi, menjaga kekompakan, serta mencari jalan keluar ketika menghadapi tantangan bersama.
Pengalaman tersebut menjadi pengantar bagi murid untuk memahami pentingnya dinamika kelompok dalam sebuah organisasi. Setiap anggota memiliki karakter, pemikiran, dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut perlu dikelola dengan baik agar dapat menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan bersama.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan permainan kerja sama di halaman madrasah. Para peserta terlibat dalam aktivitas kelompok yang menuntut komunikasi, koordinasi, strategi, dan kekompakan untuk menyelesaikan tantangan permainan.
Melalui permainan ini, murid mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung bahwa keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesediaan setiap anggota untuk saling mendukung dan menjalankan perannya. Suasana belajar di luar ruangan juga memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus membangun interaksi antarpeserta.
Penyampaian dua materi dalam satu sesi ini memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi pengurus OSIM MTsN 8 Banjar. Pemanfaatan Canva mengasah kreativitas dan keterampilan digital, sedangkan dinamika kelompok melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami peran dalam sebuah tim.
Melalui kegiatan LDKS, MTsN 8 Banjar terus mendorong pengurus OSIM untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam menjalankan organisasi. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan program kerja OSIM serta menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh sebagai pribadi yang kreatif, komunikatif, dan mampu bekerja sama.
*Belajar memimpin tidak cukup hanya dengan memahami teori. Dibutuhkan keberanian untuk mencoba, kemauan untuk bekerja sama, dan kesediaan untuk terus belajar dari setiap pengalaman.*






