Banjar – Pembelajaran di kelas tidak selalu harus berkutat dengan teori dan buku. Murid kelas IX B, IX C, dan IX D MTsN 8 Banjar menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik melalui kolaborasi lintas mata pelajaran Fikih dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi penyembelihan hewan, kurban, dan akikah.
Kegiatan kolaboratif ini dibimbing oleh guru Fikih, Rizka Karmila, S.E., bersama guru IPA, Ibu Hj Masnah, S.Pd. Melalui kolaborasi ini, murid tidak hanya mempelajari ketentuan penyembelihan hewan menurut syariat Islam, tetapi juga mengaitkannya dengan pengetahuan IPA, khususnya tentang anatomi dan bagian tubuh hewan.
Salah satu hal menarik dari praktik ini adalah kreativitas murid dalam membuat media pembelajaran berupa replika hewan dari kardus. Untuk membuat simulasi lebih nyata, mereka menyelipkan sedotan berisi cairan merah sebagai gambaran darah pada hewan.
Melalui media tersebut, murid secara bergantian mempraktikkan tata cara penyembelihan hewan. Mereka juga belajar melafalkan bacaan penyembelihan, mengenal bagian yang harus diputus, serta memahami sunah-sunah yang dianjurkan dalam proses penyembelihan sesuai ketentuan Islam.
Pembelajaran kemudian berlanjut pada materi kurban. Murid menyimulasikan pelaksanaan ibadah kurban, termasuk memahami ketentuan dan tata cara pembagian daging kurban kepada pihak yang berhak menerimanya.
Tidak hanya itu, materi akikah juga dikemas dalam bentuk praktik. Murid mempelajari ketentuan akikah, sunah-sunah pelaksanaannya, serta hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah tersebut.
Ahmad Faisal salah seorang murid kelas IX C mengungkapkan bahwa pembelajaran melalui praktik seperti ini terasa lebih menarik dan memudahkan mereka memahami materi.
“Belajarnya lebih seru karena kami tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga bisa mencoba langsung. Jadi, lebih mudah memahami bagaimana tata cara penyembelihan, kurban, dan akikah,” ungkapnya.
Kolaborasi dua mata pelajaran ini memberikan pengalaman belajar yang saling melengkapi. Fikih mengajarkan pemahaman tentang hukum dan tata cara ibadah sesuai syariat, sedangkan IPA membantu murid mengenal aspek ilmiah melalui anatomi dan struktur tubuh hewan.
Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, murid diharapkan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dari berbagai mata pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif dan interaktif di MTsN 8 Banjar. Sebab, belajar akan terasa lebih bermakna ketika murid terlibat langsung dalam prosesnya.






