Astambul – Rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIM MTsN 8 Banjar pada Kamis, 8 Oktober 2026, berlanjut dengan penyampaian materi kedua, yaitu *Problem Solving*, oleh Kepala Urusan Tata Usaha, Miserani, S.Pd.
Materi ini diberikan untuk membekali para pengurus OSIM dengan kemampuan mengenali masalah, menganalisis penyebab, serta menentukan solusi yang tepat dalam menjalankan organisasi. Kemampuan tersebut menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki seorang pemimpin agar mampu menghadapi berbagai tantangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam penyampaian materinya, Miserani, S.Pd. mengajak para peserta LDKS memahami bahwa masalah merupakan bagian yang wajar dalam sebuah organisasi. Perbedaan pendapat antarpengurus, kendala dalam pelaksanaan program kerja, hingga kurangnya koordinasi dapat menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama.
Untuk menghadapi situasi tersebut, pengurus OSIM perlu membiasakan diri untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengenali masalah, mencari tahu penyebabnya, mempertimbangkan berbagai alternatif solusi, kemudian menentukan tindakan yang paling sesuai.
Selain itu, komunikasi dan kerja sama juga menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian masalah. Setiap pengurus perlu bersedia mendengarkan pendapat anggota lain, menghargai perbedaan pandangan, serta mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.
Melalui materi *Problem Solving*, para peserta LDKS diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kritis, bersikap tenang ketika menghadapi kesulitan, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang. Keterampilan ini diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan program kerja OSIM maupun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Pemberian materi kedua ini melengkapi pembekalan kepemimpinan yang diterima para pengurus OSIM. Setelah memahami dasar-dasar kepemimpinan, murid juga perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dan mencari jalan keluar ketika organisasi menemui hambatan.
Melalui kegiatan LDKS, MTsN 8 Banjar terus mendorong terbentuknya pengurus OSIM yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan yang diambil.
Dengan bekal tersebut, para pengurus OSIM diharapkan semakin siap menjalankan amanah organisasi serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi murid dan kemajuan madrasah.






