Astambul – Guna menumbuhkan kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan, MTsN 8 Banjar meluncurkan program pembiasaan lingkungan hidup yang unik dan edukatif. Dalam program ini, seluruh siswa diwajibkan mengumpulkan minimal satu sampah di area madrasah sebagai “tiket pulang” saat jam pembelajaran usai.
Tak hanya itu, pihak madrasah juga mewajibkan setiap siswa untuk membawa tumbler (botol minum) dan kotak bekal makanan dari rumah. Langkah ini diterapkan secara konsisten demi mengurangi penggunaan produk kemasan plastik sekali pakai di lingkungan madrasah.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen MTsN 8 Banjar dalam mendukung program Ekoteologi yang digalakkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Melalui pendekatan ekoteologi, kepedulian terhadap kelestarian alam dan kebersihan lingkungan tidak hanya dilihat sebagai tugas sosial, tetapi juga bagian integral dari kepatuhan iman dan akhlak mulia seorang muslim.
Melalui gerakan sederhana namun berdampak ini, para siswa diajarkan untuk bertanggung jawab atas lingkungan sekitar secara langsung. Setiap sore sebelum melangkahkan kaki keluar gerbang madrasah, para siswa memungut dan memilah sampah untuk diletakkan pada tempat yang telah disediakan.
Pihak madrasah berharap, pembiasaan ini mampu mencetak generasi peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan moral serta kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian bumi.





