Astambul (12/10) – Kebersamaan tidak selalu berakhir ketika sebuah kelas berganti dan murid-muridnya menempati ruang belajar yang berbeda. Hal ini terlihat dari kekompakan murid yang sebelumnya tergabung dalam kelas VII C MTsN 8 Banjar. Meski kini telah naik ke kelas VIII dan tersebar di kelas masing-masing, mereka masih menunjukkan kebersamaan melalui penggunaan tumbler dengan desain seragam.
Menariknya, tumbler tersebut dibeli menggunakan sisa uang kas mereka ketika masih duduk di kelas VII C, saat berada di bawah bimbingan wali kelas ibu Mutmainah, S.Pd.I. Keputusan menggunakan sisa kas untuk membeli tumbler seragam menjadi salah satu kenangan kebersamaan yang terus berlanjut meskipun mereka sudah tidak lagi berada dalam satu kelas.
Pilihan tumbler mereka pun cukup unik. Murid perempuan memilih tumbler berwarna ungu dengan karakter Labubu. Desainnya cukup khas karena memiliki dua bagian tumbler, yakni tumbler utama dengan tumbler berukuran lebih kecil di bagian dalamnya. Sementara itu, murid laki-laki memilih tumbler dengan kombinasi warna cokelat dan hitam yang memberikan kesan lebih simpel dan maskulin.
Selain menjadi simbol kekompakan, penggunaan tumbler ini juga mendukung kebijakan madrasah untuk membiasakan murid membawa tempat minum sendiri dan mengurangi penggunaan produk sekali pakai, khususnya kemasan minuman plastik.
Kebiasaan membawa tumbler merupakan langkah sederhana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kebiasaan ini, murid diajak untuk lebih bertanggung jawab dalam mengurangi sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Kisah mantan murid kelas VII C ini menjadi gambaran bahwa kebersamaan yang dibangun selama satu tahun tidak harus berhenti ketika kelas berganti. Bahkan, dari sisa uang kas kelas pun dapat lahir sesuatu yang bermanfaat, sekaligus menyimpan cerita tentang kekompakan dan kepedulian terhadap lingkungan.






