Matsadeba Talk Episode 6: Bahas Bahaya “Kenal di Layar, Belum Tentu Kenal Beneran”

Astambul, 7 Oktober 2026 — Media sosial telah menjadi bagian dari keseharian anak-anak dan remaja. Berkenalan, bertukar cerita, hingga membangun pertemanan kini dapat terjadi hanya melalui layar. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada hal penting yang perlu diwaspadai: orang yang dikenal di dunia maya belum tentu benar-benar seperti yang terlihat.

Hal inilah yang diangkat dalam episode terbaru Matsadeba Talk bertajuk “Kenal di Layar, Belum Tentu Kenal Beneran!” yang tayang pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 16.00 WITA.

Episode kali ini menghadirkan dua siswi kelas IX, Marwa dan Bella Ananda, dengan Nor May Sarah sebagai host.

Pembahasan berangkat dari fenomena yang cukup dekat dengan kehidupan remaja saat ini, yakni perkenalan dengan orang baru melalui media sosial. Tidak semua perkenalan berujung pada hal buruk, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan karena identitas dan maksud seseorang di balik akun media sosial tidak selalu dapat diketahui dengan mudah.

Anak dan remaja dapat menjadi sasaran berbagai bentuk manipulasi, seperti bujuk rayu, membangun kepercayaan secara perlahan, berpura-pura menjadi orang lain, meminta informasi pribadi, hingga memanfaatkan kedekatan emosional untuk mendapatkan sesuatu dari korban.

Karena itu, episode ini mengajak murid untuk tidak mudah memberikan kepercayaan kepada orang yang baru dikenal melalui dunia maya. Data pribadi, foto, lokasi, maupun informasi lain yang bersifat pribadi juga perlu dijaga agar tidak disalahgunakan.

Pesan penting lainnya adalah jangan menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman seorang diri. Ketika mendapatkan pesan, ajakan, atau perlakuan yang mencurigakan, murid dapat bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.

Melalui episode ini, Matsadéba Talk tidak bermaksud membuat murid takut menggunakan media sosial. Sebaliknya, murid diajak untuk menjadi pengguna media sosial yang lebih cerdas, kritis, dan mampu menjaga diri.

Sebab, kenal boleh, berteman boleh, tetapi percaya tidak harus buru-buru. Di dunia maya, apa yang terlihat di layar belum tentu menggambarkan siapa seseorang sebenarnya.