Astambul, 4 Kabupaten September 2026 — MTsN 8 Banjar terus mematangkan persiapan peserta didik yang akan mewakili madrasah dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Persiapan dilakukan melalui bimbingan intensif selama satu minggu pada tiga mata pelajaran, yaitu IPA, Matematika, dan IPS.
Sembilan peserta didik yang terpilih merupakan siswa yang sebelumnya mengikuti Klub Studi IPA, Klub Studi Matematika, dan Klub Studi IPS sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler madrasah. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pembinaan dan latihan secara berkelanjutan hingga dilakukan seleksi untuk menentukan peserta yang akan mewakili MTsN 8 Banjar pada OMI 2026.
Pada bidang IPA, tiga peserta didik yang terpilih adalah M. Aidi (9C), Siti Humayroh (9B), dan Adibah Aida (8C) di bawah bimbingan Hj. Rohana, S.Pd. Bidang Matematika diwakili oleh Gusti Laili Zhaafiroh (8A), Siti Azwa (7B), dan Nayla Azizah (9C) dengan pembimbing Muslih, S.Pd. Adapun bidang IPS diwakili oleh Siti Maesarah (9A), Nabila Zahra (9B), dan Ria Amelia (9C) dengan pembimbing Nurlaila, S.Pd.
Selama satu pekan, para peserta mendapatkan pendalaman materi, latihan soal, serta pembinaan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Bimbingan intensif ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam mempersiapkan peserta didik agar lebih percaya diri dan siap berkompetisi pada OMI 2026.
Hj. Rohana, S.Pd., salah satu pembimbing, mengatakan bahwa bimbingan intensif menjadi kesempatan untuk memperkuat kemampuan siswa sebelum menghadapi kompetisi. “Selama bimbingan, kami fokus pada pendalaman materi dan latihan soal agar siswa semakin siap dan percaya diri,” tuturnya.
Dengan dukungan para pembimbing dan semangat belajar para peserta, MTsN 8 Banjar berharap seluruh perwakilan mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama madrasah di ajang OMI 2026.
Kepala MTsN 8 Banjar menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing dan peserta didik yang telah mengikuti proses pembinaan. “Kami berharap bimbingan ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk tampil maksimal pada OMI 2026. Yang terpenting bukan hanya hasil, tetapi juga proses belajar dan pengalaman berkompetisi yang mereka dapatkan,” ungkapnya.




